My Lovely Son :

Lilypie First Birthday tickers

BAKWAN CUMI BUMBU KUNYIT

Sumber : Majalah Sedap Sekejap

Bahan-Bahan :

150 gram cumi, potong bulat tipis
3 sendok makan tepung terigu
3 lembar daun mangkokan, iris tipis
3/4 sendok teh garam

Bumbu Halus :

4 butir bawang merah
1 siung bawang putih
1/2 sendok teh ketumbar
2 buah cabai merah
2 cm kunyit
Minyak untuk menggoreng


Cara Mengolah :

  1. Aduk cumi dengan tepung terigu, daun mangkokan, dan garam.
  2. Masukkan bumbu halus.
  3. Aduk rata, lalu sendokkan sedikit demi sedikit ke minyak panas.
  4. Goreng sampai kering dan matang.

-- selamat mencoba --

"Mau Ngajak Dede TsaQib Berenang"

Alhamdulillah ...

Dede tsaqib dah 4 bulan, sekarang dah bisa tengkurep sendiri meskipun belum bisa balik ke posisi semula, dan klo dah cape dia mulai rewel minta bantuan umi nya. Lucu nya dia mau tengkurep klo ada umi dan abi nya jd klo umi nya lum pulang dia gak mau tengkurep alias nenek nya (ibu mertua) suka nanya dah bisa tengkurep belum sih ???

Dede tsaqib dah mulai masukin barang - barang ke Mulutnya, dari jari nya, semua jarinya, baju nya, baju umi nya, ngenyotin tangan nya, maenan nya ... aduh apa aja yg dikasih pasti dia masukin ke mulut .... Cerdasnya anak Umi.

Dede tsaqib pengen diajak berenang dah boleh gak ya usia 4 bulan diajak berenang. Cari di Om Google ah ... eh malah dapat artikel ini ..."selamat membaca" ...


BERENANG BIKIN IQ TINGGI
sumber --> http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com


Jadi, Bu-Pak, ajaklah si kecil berenang. Sekalipun masih bayi, tak masalah. Bahkan, bayi baru lahir pun tak akan tenggelam kalau dicemplungin ke dalam air.
Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.
Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa, karena bayi tak pernah memiliki faktor X semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagi pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang.
Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. "Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan," jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah, yang juga mantan perenang pemegang rekor 200 meter gaya dada pada 1960-1962.
Jadi, bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang dengan gaya primitif. Bukan berarti setelah usia tersebut, bayi tak bisa berenang lagi, lo. Kendati refleksnya sudah menghilang, ia tetap bisa melakukan gerakan berenang walaupun tak terorganisir atau acak-acakan. Soalnya, dengan ada gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa mengambang. Ia pun jadi senang.
Apalagi sejak di perut ibu, bayi sebenarnya juga sudah berenang dalam air ketuban selama 9 bulan. Setelah lahir, kemampuannya berenang tinggal ditingkatkan saja. Bahkan, saking populernya berenang ini, di luar negeri sampai ada proses melahirkan yang dilakukan di dalam air, lo. "Secara medis, hal ini tak akan menimbulkan masalah karena merupakan proses alami." Jadi, tak ada alasan lagi untuk ragu-ragu mengajak si kecil berenang, ya, Bu-Pak.

HARUS AMAN

Yang penting diperhatikan, ketika berenang bayi harus merasa aman dan memang harus ada pengaman. Jadi, orang tua harus mendampinginya. Ini syarat mutlak, lo. "Jika orang tua sama-sama masuk ke dalam air dan sama-sama berenang dengan bayi, maka selain merasa aman, bayi pun bisa merasakan ada respon dari orang tua," tutur Karel.
Disamping, dengan orang tua mendampingi juga bisa bermain dengan bayi sehingga ada interaksi antar manusia. "Ini merupakan salah satu keunggulan berenang." Coba bandingkan kala bayi baru belajar duduk atau berjalan, apakah orang tua akan mendampingi dan melakukan gerakan yang sama terus menerus dengan anak? Kan, enggak. "Nah, berenang lain. Mereka sama-sama masuk air, sama-sama berenang sehingga rasa enjoy-nya lebih. Ini akan berguna untuk perkembangan psikologis anak." Itulah mengapa, kedua orang tua sebaiknya ikut bersama bermain di dalam air.
Tentunya, berenang juga berguna untuk pertumbuhan. "Motoriknya berkembang lebih pesat ketimbang ia hanya bermain di lantai." Bukankah saat berenang, semua otot bekerja? Nah, kalau di lantai, hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja. Apalagi jika ibu memberikan baby walker sehingga bayi jadi terbiasa berjalan dengan alat itu. Akhirnya, gerakan-gerakan ototnya jadi terbatas karena hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja.

PERHATIKAN KEBERSIHAN AIR

Nah, kini Ibu-Bapak semakin mantap, kan, mengajak si kecil berenang? Tapi berenangnya di rumah saja, ya, kalau usia si kecil masih di bawah 6 bulan, agar bisa mengontrol kebersihan dan suhu airnya. Jangan lupa, di usia ini enzim pencernaan bayi belum matang. Jadi, kalau ia secara tak sengaja menelan air yang tak bersih kala berenang, bisa mengakibatkan mencret, muntah, dan sebagainya.
Bukan berarti di rumah harus ada kolam renang, lo. Toh, banyak benda yang bisa dijadikan sebagai pengganti kolam renang seperti bak mandi, ember besar, bathtub, dan lainnya. Nah, biasakan bayi bermain di situ. "Sebenarnya, ketika bayi tengah mandi atau bermain air merupakan salah satu cara mengenali atau menghayati air pada anak," tutur Karel.
Setelah bayi berusia 6 bulan ke atas barulah bawa ia ke kolam renang terbuka atau umum. "Tapi harus pilih, ya. Mungkin di Indonesia masih sulit karena kita, kan, enggak punya kolam berenang khusus bayi. Bahkan kebanyakan kolam renang di Jakarta, air yang dipakai itu-itu saja, muter saja di situ. Diputarnya pakai mesin lalu ditambahkan kaporit dan daun-daun atau kotorannya diangkat; sebulan sekali baru diganti." Hal ini dikarenakan sulitnya sumber air di Jakarta. Lain dengan di kota pegunungan seperti Bogor dan Cibodas, "mereka memiliki kolam renang yang airnya mengalir".
Jadi, bila mau membawa bayi berenang di kolam renang umum, pilih waktu yang tepat, yaitu ketika kolam renang masih dalam keadaan bersih; biasanya di waktu pagi. "Suhunya juga harus disesuaikan, sebaiknya jangan lebih dari 31 atau 32 derajat celcius." Khusus untuk bayi usia satu bulan pertama, suhunya 34-35 derajat celcius.
Kebersihan lain yang harus diperhatikan ialah kaporitnya, "jangan terlalu jenuh, karena kaporit bisa mengakibatkan iritasi kulit, mata, dan lainnya." Ukuran kaporit yang ditetapkan untuk anak adalah 6-8 ppm. Hati-hati, lo, Bu-Pak, jika bayi sudah merasa trauma karena matanya perih, misal, selanjutnya akan jadi kendala.

UNTUK REKREASI

Yang perlu diingat, jangan sampai orang tua mengajak bayi berenang untuk mengejar prestasi karena tujuan utamanya adalah rekreasi. Beberapa asosiasi kedokteran anak di luar negeri malah mengatakan, berenang pada anak usia di bawah 4 tahun jangan dijadikan tujuan untuk mengejar prestasi. Di atas usia itu barulah orang tua bisa mengajarkan gaya-gaya berenang yang ditargetkan untuk prestasi.
Dalam bahasa lain, bayi berenang hanya untuk fun. "Mulai usia setahun bolehlah diarahkan pada prestasi, tapi tidak dengan cara ditekan," ujar Karel. Misal, setiap hari harus berenang 50 meter bolak-balik. Soalnya, di usia tersebut ia baru bisa mengikuti gerakan-gerakan renang yang dilakukan orang tuanya. Sama halnya dengan bayi usia setahun yang suka marah-marah karena melihat orang tuanya yang suka marah-marah, begitu pula berenang. "Kalau orang tua suka berenang dengan gaya yang cukup baik maka ia pun akan mengikuti."
Jadi, ajak si kecil berenang untuk kesehatannya lebih dulu, ya, Bu-Pak. Soal gaya renang akan mengikuti secara otomatis bila ia sudah menyukainya. Jangan lupa, ketika mendampinginya, Ibu-Bapak juga harus fun, lo, bukan lantaran terpaksa.

NugGet Ikan Dan Sayur

sumber : www.klubbekal-blueband.com

Bahan - bahan:


500 gr Ikan Tenggiri Fillet
4 btr Telur Ayam
150 gr Tepung Maezena
2 sdm Blueband
100 gr Sayuran campur
200 gr Roti tawar
100 ml Susu Cair
1 btg Daun Bawang
1 sdt Garam
1 sdt Kaldu Ayam Bubuk
½ sdt Bawang putih bubuk
100 gr Tepung terigu
150 gr Tepung Panir
4 sdm Mayonaise

Cara Membuatnya :

  1. Cincang ikan tenggiri sampai halus,tempatkan didalam mangkuk.
  2. Tambahkan telur,daun bawang,bawang putih bubuk dan tepung maezena,aduk rata. Tambahkan Roti tawar dan sayuran campur cincang,tuangkan susu kemudian aduk rata
  3. Bumbui dengan garam dan kaldu ayam bubuk, aduk lagi sampai bisa Dibentuk bulat pipih. Siapkan tepung terigu,telur kocok dan tepung panir
  4. Panir adonan ikan yang sudah dibentuk tadi,lakukan sampai adonan habis.
  5. Panaskan wajan anti lengket tambahkan blueband untuk menggoreng,nugget ikan siap digoreng.
  6. Goreng nugget ikan sampai matang dan warna keemasan. Setelah matang,angkat dan siap disajikan dengan mayonaise.

.: Selamat Mencoba :.

-- BawaL Kukus --


sumber : dari Bungkus Blueband 200 gram



Bahan :
1 ekor ( 500 gr ) Ikan Bawal
2 tangkai daun bawang ( potong kecil )
2 sdm air jeruk nipis
1 buah cabe merah besar
1 buah cabe hijau besar ( potong sesuai selera )
1 sdm Blueband

Bumbu :
4 siung Bawang Putih ( memarkan )
1 sdt Tauco
2 potong jahe
2 sdt lada
1 sdm saus tiram
1 sdm kecap asin ( bisa di ganti loh ma minyak wijen ^_^ )
3 sdm air

Cara Memasak :

  1. Tumis bawang putih dan jahe dengan blueband hingga harum, lalu masukkan tauco.
  2. Tambahkan air, saus tiram, kecap asin, jahe, masak sebentar - angkat.
  3. Letakkan ikan bawal dalam wadah tahan panas, lumuri dengan jeruk nipis, lalu taburkan cabe dan daun bawang.
  4. Siramkan sausnya lalu kukus selama kurang lebih 20 menit.
  5. Sajikan hangat.


>> selamat mencoba <<

Hari ini terasa sulit ....

Entah mau nulis apa, namun yang pasti hari ini kepikiran terus dede.
Dede baik - baik ya di rumah kan ada nenek ada mama raihan yang nemenin dede, bahkan Om fahri hari ini libur sekolahnya jadi bisa bercanda ma dede.

Semoga tidak terjadi apa2x. Mimi susu "asi" yang banyak seperti biasanya ya.
Semoga Eni (pembantu ku) cepat pulih dari luka kecelakaan mobil dan cepat balik lagi dan bisa nemenin dede lagi ...
Semoga hari ini semua tenang - tenang aja.

Dede ... i love u

see u

Dede Tsaqib ...

I LOVE YOU

LumPia Isi Udang SayuR

sumber : Bungkusan BlueBand 200gr

Bahan Kulit :

Tepung Terigu 40gr
Custard Powder 1 sdm
Telur 2
Blueband 25 gr (lelehkan)
Air 125 ml
Tepung Roti (secukupnya)
Putih Telur (secukupnya)
Bahan Isi Lumpia :

Udang Besar 500 gr
Bawang Putih 3 siung
Royco Rasa Ayam 1 bungkus
Maizena 1/2 sdt
Minyak Wijen 1 sdt
Tauge 200 gr
Wortel 1 buah ( potong dadu kecil - rebus sebentar )
Minyak Goreng 500 ml + BlueBand 1 sdm ( untuk menggoreng )
Cara Memasak :

  1. Semua bahan kulit dicampur hingga rata betul, lalu disaring kemudian di dadar tipis-tipis.
  2. Udang yang sudah kering dicincang halus lalu campur dengan bumbu-bumbu tauge, worte, hingga rata.
  3. Bungkus dengan dadar bentuk lumpia.
  4. Gulingkan dalam putih telur, lalu balut dengan tepung roti

.: selamat mencoba :.

AyaM Cah Sau

Bahan :
Fillet dada ayam 500 gr (4 potong dada utuh)masing masing belah 2 lalu potong serong lebar 3 bagian besar.
Bawang putih 5 siung, cincang
Bawang merah 3 butir, cincang
Royco cair 3 sdm
Gula 3 sdm
Minyak wijen 1 sdm
Saus tiram 1 sdm
Pekak 3 butir
Kecap manis 2 sdm
Blue Band 2 sdm
Pewarna merah sedikit (1/2 sdt)
Air 300 ml
Maizena 2 sdt, larutkan dengan sedikit air

Cara membuat :
1. Lumuri ayam dengan semua bumbu lalu diamkan 30 menit (kecuali maizena dan saus tiram)
2. Panaskan Blue Band lalu masak ayam hingga air tinggal setengahnya.
3. Kentalkan dengan larutan maizena dan tambahkan minyak wijen.


sumber : www.klubbekal-blueband.com

Pemula ...

Pemula ...

Mencoba untuk menjadi blogger. Tolong bantuannya ya ...

^_^